Monday, December 16, 2013

Pelajaran dari Dadah ke Pesawat

[caption id="attachment_1123" align="alignnone" width="500"]Foto: Tumblr Foto: Tumblr[/caption]

Disadari atau nggak, kita semua terlahir caper.

Waktu kecil, kita banyak melakukan hal gila. Lompat dari batu sungai satu ke batu sungai yang lain cuma biar kelihatan kayak Ninja Hatori, naik sepeda sambil nundukin kepala biar berasa kayak Kamen Rider RX lagi naik Belalang Tempur, sampai lari-larian beriringan bareng mobil Tamiya seolah Retsu atau Go lagi balapan. Namun dari itu semua, bisa dibilang hal paling gila yang pernah dilakukan kita semua di masa kecil adalah dadah-dadah ke pesawat yang lagi terbang di langit.

Wednesday, December 11, 2013

Update Racikan Kata Setelah Sebulan Vakum

[caption id="attachment_1116" align="alignnone" width="463"]Processed with VSCOcam with se3 preset Foto: weheartit[/caption]

Setelah sebulan vakum, akhirnya blog gue yang satu lagi, Racikan Kata, gue isi kembali. Ada postingan baru tentang bertahan.

Langsung aja. Buat yang mau baca, silakan klik gambar jeans compang-camping di atas.

Monday, December 9, 2013

Kita Sulit Jadi Peramal, Tapi Nuntut Orang Lain Jadi Peramal

[caption id="attachment_1113" align="alignnone" width="640"]Kadang, menyelesaikan puzzle terasa lebih mudah daripada menebak apa keinginan seseorang. (Foto: Tumblr) Kadang, menyelesaikan puzzle terasa lebih mudah daripada menebak apa keinginan seseorang. (Foto: Tumblr)[/caption]

Semakin ingin menjadi makhluk sosial, manusia malah semakin dipaksa buat jadi peramal. Ini semua berawal dari keinginan mendasar manusia yang dianggap menjadi kebutuhan, yaitu ingin dimengerti. Sayangnya, makin ke sini, term "ingin dimengerti" di sini artinya makin bias. Malahan, banyak yang beranggapan "dimengerti" berarti "diketahui inginnya tanpa ngomong."

Nggak bisa.

Manusia bukan cenayang.

Wednesday, November 27, 2013

Sepertinya Kita Harus Berhenti Stalking

Screen Shot 2013-11-27 at 1.22.08 PM

Dibohongin orang lain memang pedih. Dikecewain orang lain memang nyesek. Tapi nggak ada yang lebih nyakitin dari dibohongin diri sendiri.

Soalnya, mau darimana pun kekecewaan datang, kamu bisa bilang dikecewain orang lain, kamu bisa bilang orang lain menyia-nyiakan kepercayaan yang kamu kasih. Tapi akar dari segala kekecewaan adalah pengharapan yang ada di dalam diri sendiri.

Sama seperti pada kasus stalking.

Tuesday, November 19, 2013

Menjadi Laki-Laki

[caption id="attachment_1075" align="alignnone" width="500"]Foto: Tumblr Foto: Tumblr[/caption]

"Sekali-kali gantian kek cewek yang duluan. Gue mulu," begitu keluh salah satu temen gue yang chat-nya direspons biasa aja sama cewek incerannya.

Mungkin gue terlalu kuno.

Wednesday, November 13, 2013

Meracau Sendiri

[caption id="attachment_1051" align="alignnone" width="518"]Foto: Jessie Leong (flickr) Foto: Jessie Leong (flickr)[/caption]

Gue berdiri di depan kaca. Samar-samar bertatapan dengan bayangan gue di sana. Sesekali gue menampar pipi gue sendiri, berusaha menyadarkan diri, atau sekadar berusaha  memastikan apa yang sedang gue alami bukanlah mimpi.

Gue ingat betul bagaimana 300 orang bangsa Sparta menaklukkan ribuan pasukan Persia. Scene bagaimana Frodo Baggins menaklukkan Mordor masih terpatri jelas di memori. Atau cerita selucu Hiccup menjinakkan Night Fury pun bisa dengan dengan lancar gue kisahkan. Namun ini bukan tentang sebuah kolosal, hal-hal berbau legenda, ataupun cerita tentang naga. Ini adalah sesuatu yang lebih nyata. Tentang gue melawan diri gue sendiri. Bagaimana gue meruntuhkan ego, menumbangkan prasangka, dan berusaha menundukkan harapan-harapan dalam diri sendiri.

Tuesday, November 12, 2013

YTH, Ayah yang Kuharap Menjadi Ayahku



Dengan hormat (dan cinta untuk anakmu),

Perkenalkan, aku pria lancang yang mencintai anakmu. Pria ini mungkin tak sehebat Ayah. Tapi jika bicara soal ketulusan, aku berani menantang Ayah.

Mengapa aku mengirim surat ini kepada Ayah, bukannya Ibu? Karena Ayah sangat mirip dengan anakmu yang aku cintai (juga mirip seperti bukit di gurun), hangat, tapi sulit untuk ditaklukkan.