Showing posts with label Racikan Kata. Show all posts
Showing posts with label Racikan Kata. Show all posts

Thursday, February 13, 2014

Racikan Kata: Untuk M

[caption id="attachment_1257" align="alignnone" width="432"]Foto: weheartit Foto: weheartit[/caption]

Mungkin tulisan ini tidak akan pernah pernah kamu baca, karena seingatku kamu sedang marah.

Namun percayalah, itu jauh dari cukup untuk membuat aku menyerah.

 

Seingat aku, cinta kita ini besar. Lebih tinggi dari selasar. Kita pernah saling melupakan, masing-masing mencoba jalan yang lain, dan berakhir tersasar. Kita, akhirnya saling mengingatkan, mengikuti setitik demi setitik cahaya hati yang menyerupai menara suar.

Baca lanjutannya...

Wednesday, December 11, 2013

Update Racikan Kata Setelah Sebulan Vakum

[caption id="attachment_1116" align="alignnone" width="463"]Processed with VSCOcam with se3 preset Foto: weheartit[/caption]

Setelah sebulan vakum, akhirnya blog gue yang satu lagi, Racikan Kata, gue isi kembali. Ada postingan baru tentang bertahan.

Langsung aja. Buat yang mau baca, silakan klik gambar jeans compang-camping di atas.

Wednesday, November 13, 2013

Meracau Sendiri

[caption id="attachment_1051" align="alignnone" width="518"]Foto: Jessie Leong (flickr) Foto: Jessie Leong (flickr)[/caption]

Gue berdiri di depan kaca. Samar-samar bertatapan dengan bayangan gue di sana. Sesekali gue menampar pipi gue sendiri, berusaha menyadarkan diri, atau sekadar berusaha  memastikan apa yang sedang gue alami bukanlah mimpi.

Gue ingat betul bagaimana 300 orang bangsa Sparta menaklukkan ribuan pasukan Persia. Scene bagaimana Frodo Baggins menaklukkan Mordor masih terpatri jelas di memori. Atau cerita selucu Hiccup menjinakkan Night Fury pun bisa dengan dengan lancar gue kisahkan. Namun ini bukan tentang sebuah kolosal, hal-hal berbau legenda, ataupun cerita tentang naga. Ini adalah sesuatu yang lebih nyata. Tentang gue melawan diri gue sendiri. Bagaimana gue meruntuhkan ego, menumbangkan prasangka, dan berusaha menundukkan harapan-harapan dalam diri sendiri.

Tuesday, November 12, 2013

YTH, Ayah yang Kuharap Menjadi Ayahku



Dengan hormat (dan cinta untuk anakmu),

Perkenalkan, aku pria lancang yang mencintai anakmu. Pria ini mungkin tak sehebat Ayah. Tapi jika bicara soal ketulusan, aku berani menantang Ayah.

Mengapa aku mengirim surat ini kepada Ayah, bukannya Ibu? Karena Ayah sangat mirip dengan anakmu yang aku cintai (juga mirip seperti bukit di gurun), hangat, tapi sulit untuk ditaklukkan.

Friday, July 5, 2013

Racikan Kata: Bersama Sampai Renta

Menunggu yang tidak pasti itu melelahkan. Tapi menghadapi dunia yang tidak menentu, denganmu aku ingin terkejut bersama.

Berbicara soal takdir sudah terlalu usang. Bagaimana jika kita berbicara tentang orang yang setia menemani dalam menghadapi takdir? Nampaknya itu lebih menenangkan.

Selamat menikmati Racikan Kata terbaru: "Bersama Sampai Renta"

Wednesday, November 28, 2012

Racikan Kata: Jangan Terlambat Ungkapkan Cinta

Seberapa takut, malu, atau gengsi pun kamu, gak ada yang lebih menyesakkan dari ungkapan cinta yang terlambat. Silakan dibaca postingan terbaru gue di Racikan Kata, tentang ungkapan cinta yang gak tepat waktu.

Baca postingan baru Racikan Kata.

Thursday, November 1, 2012

Update "Racikan Kata"



Ditemani kopi dan suara jatuhan hujan di atas genting, gue menulis. Menulis sekelibat sekuen kehidupan yang pernah dialami. Seperti biasa, untuk postingan semacam ini, gue post ke Racikan Kata. Selamat menikmati.
Ting. Ting. Ting.

Putaran sendok searah jarum jam mengitari diameter cangkir, sesekali beradu. Mengingatkan aku pada sesuatu yang kini sudah larut. Semua rasa ini, sayang, rindu, marah, benci, semuanya teraduk setelah kamu pergi.

Baca lanjutannya...