Ketika pertama dapet kabar bahwa gue harus menunda sidang skripsi semester lalu, gue merasa jadi orang yang diperlakukan paling nggak adil di dunia ini. Gue merasa gue pantas, bahkan, sangat pantas untuk lulus cepat. Ya, 3,5 tahun.
Tapi semua mimpi gue harus kandas cuma karena nggak mendapat 'restu' berbentuk bubuhan tanda tangan dari dosen pembimbing untuk nge-draft. Gue sedih banget waktu itu. Tapi gue heran, kenapa gue bisa sesedih dan sekecewa itu?